Tenda
Beberapa saat lalu,
tenda yang sedang kubangun
di tanah hatiku
ambruk.
Ada badai
yang tiba-tiba membesar
Kukira hanya angin,
Tapi memorakporandakan segala
-
Aku yang terlalu cepat mengeluh
Buat kita sering memicu tengkar
-
Kamu yang berjalan begitu cepat
Terkadang lupa, ada aku di belakangmu
Ada aku yang mengikuti langkahmu
Ada aku yang ingin kau tengok
-
Inginku kau lambatkan langkah dan usap wajah
Inginku kau hangatkan peluk dan eratkan genggam
Inginku kau tanya bagaimana lelah
Meski kau tahu, jawabku selalu baik-baik saja
-
Tapi mungkin,
Kau ingin ku percepat langkah,
Mengejar arahmu,
Tak perlu risau dan sedu
-
Lalu aku lelah,
Di tengah panjangnya jalan,
Lalu kamu marah,
Di tengah riuhnya pendakian,
Lalu kita jengah,
-
Kita belum bisa berislah
-
Mungkin,
Memilih untuk tidak
Mungkin,
Memilih untuk memutar arah
Mungkin,
Memilih mengikuti panjang langkah
Yang kini berbeda arah
Saturnus,
14 September 2018
Comments
Post a Comment